Aku memandang ke dalam kedalaman laut, menembus cakrawala yang muncul perlahan-lahan. Saat itu, aku mencicipi sebuah kopi yang rasanya pahit. Tiba-tiba, aku teringat saat kita pernah meminumnya bersama, duduk berdampingan, dan berbicara tentang romansa yang aku tawarkan padamu kala itu.
Kali ini, aku pergi lagi tanpamu. Mengingat hal itu, sebuah gagasan seketika muncul dalam benakku: andai saja kita tidak bertemu pada malam itu, bisakah kata 'love' terucap?
Arah senapanmu salah, kamu seharusnya mengenai kepala, bukan hatiku.
_ailama
Komentar
Posting Komentar