Pelik, dibalik yang kurasa adalah hampa
Bersembunyi dalam daksa yang ku tutup rapat-rapat,
menjelma menjadi lawan yang mengerogoti akal pikirku
Kamu binatang, sungguh jahanam
Adakah yang lebih menyakitkan dari itu?
Kita pernah mencapai nirwana bersama-sama
kamu lupa?
Heh, biadap itu lupa diri
Untaian kata manis itu selalu terucap kala aku pasrah
dalam kungkungan mu,
Aku terbuai terombang-ambing diatas awan,
seakan lupa diri dan lupa akan daratan
Aku penggoda dan kamu penerima
Adakah yang lebih buruk daripada itu tuan?
Cih, munafik
Kupu-kupu malam itu tidak indah bukan?
Oh benar sekali, lelaki itu pencari kenikmatan
Zaman sekarang moral diambang batas
Kamu lelaki selangkangan dan aku wanita penikmat uang
_ailama
Komentar
Posting Komentar